Kuliner Kampung Sawo Bergaung Rock untuk Donasi Korban Bencana

Genews.co.id -Bayangkan suasana malam minggu di Gang Bengkel Jl. Hi Agus Salim, Bandar Lampung, yang biasanya tenang tiba-tiba bergemuruh dengan raungan distorsi dan sorak sorai penonton. Kuliner Kampung Sawo, salah satu hidden gem kuliner di kota ini, berubah jadi panggung kebaikan pada Sabtu malam (3/1). Para musisi gondrong nyentrik khas rocker memadati tempat itu, membawa semangat Solidaritas lewat acara bertajuk “Suara Bersama Untuk Indonesia”.

Acara ini digagas bersama Lintas Musisi Lampung, komunitas musisi lokal yang ingin berbagi rezeki. Bukan cuma hiburan, malam itu jadi ajang pengumpulan donasi untuk saudara-saudara di daerah bencana. “Kami gandeng musisi-musisi ini supaya nggak cuma tampil, tapi juga ajak pengunjung dan komunitas ikut donasi. Kebetulan ada aktivis kami yang jadi volunteer di lokasi bencana,” cerita Bang Lucky, ketua pelaksana, dengan mata berbinar penuh harap.

Line-up Band yang Bikin Mosh Pit Panas

Gelegar musik rock langsung membakar suasana sejak pembuka. Deretan band Bandar Lampung seperti 40s, Mahabharata, Sandakalla, Kontaminasi Otak, dan BMTL bergantian naik panggung. Penampilan mereka bikin penonton nggak bisa diam, mosh pit seru langsung terbentuk, lengkap dengan headbanging dan teriakan histeris. Energi liar ala rock klasik ini bikin malam terasa hidup banget.

Tapi nggak melulu keras. Ada sentuhan segar dari OM Senang yang hadir dengan konsep orkes vintage, nyanyi lagu-lagu nostalgia yang bikin suasana makin hangat dan hore. Penutup malam ditangani band Pesawat Tempur dengan balada-balada khas Iwan Fals, yang langsung menyentuh hati. Dari rock keras sampai melodi lembut, variasi ini bikin semua kalangan betah nongkrong sambil kulineran.

Kolaborasi Musik dan Kuliner untuk Kepedulian Bangsa

Kuliner Kampung Sawo memang bukan sekadar tempat makan enak dengan menu rumahan yang menggoda. Tempat ini sering jadi titik kumpul komunitas musik di Lampung, tempat sharing ide dan kolaborasi nyata. Acara malam itu jadi bukti: musik nggak cuma hiburan, tapi alat untuk berbuat baik.

“Seru dan bermakna banget! Ini wujud kepedulian musisi kita terhadap kondisi bangsa. Kolaborasi dengan Kampung Sawo keren, soalnya disini banyak komunitas musik sharing, nggak cuma omong doang tapi langsung action,” kata Mas Agus Setyawan, salah satu musisi yang hadir, sambil tersenyum lebar. Ia berharap musisi Lampung makin kompak ke depan, saling bahu membahu untuk kemajuan bersama.

Malam itu nggak hanya meninggalkan kenangan dentuman rock, tapi juga harapan baru. Donasi yang terkumpul bakal langsung disalurkan, membuktikan bahwa di tengah hiruk-pikuk awal 2026, semangat gotong royong masih menyala terang di Bandar Lampung.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya