Situasi Manggarai Belum Kondusif, Tawuran Sudah Dua Hari Berturut

GeNews.co.id – Ketegangan antar kelompok warga kembali muncul di area Underpass Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1/2026) sore. Aksi bentrok yang sempat memicu kepanikan itu berhasil dihentikan aparat kepolisian dan situasi di lokasi kini telah dinyatakan terkendali.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, memastikan bahwa personel keamanan telah disiagakan di titik kejadian. Ia menegaskan tidak ada lagi potensi gangguan lanjutan dan kondisi sudah kembali aman untuk masyarakat maupun pengguna jalan.

Petasan dan Lempar Batu Picu Kericuhan

Insiden diketahui bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Ditandai bunyi petasan yang disusul aksi saling lempar batu serta petasan antar dua kelompok warga di dalam terowongan. Menurut keterangan kepolisian, peristiwa melibatkan sekitar 20 orang dari dua lingkungan berbeda di Kelurahan Manggarai.

Salah satu saksi menyebut, kericuhan terjadi secara spontan saat perbaikan swadaya belum lama dilakukan di kawasan tersebut. Dan dipicu provokasi suara petasan dari salah satu sisi terowongan. Dalam waktu singkat, aksi saling serang tidak terhindarkan sebelum akhirnya massa membubarkan diri saat polisi tiba.

Tim kepolisian gabungan yang dipimpin AKBP Hadi Susanto bersama jajaran Polsek Tebet dan Polsek Tebet segera melakukan pengamanan serta himbauan agar warga kembali ke rumah masing-masing. Upaya penguraian massa selesai sekitar pukul 16.10 WIB tanpa adanya laporan korban luka maupun korban jiwa.

Usai pembubaran, polisi melanjutkan penyisiran dan patroli lingkungan dari gang ke gang untuk memastikan tidak ada sisa konsentrasi massa, serta mencegah potensi bentrokan ulang. Personel Polsek Tebet juga tetap bersiaga di sekitar area sebagai langkah antisipatif.

Warga Desak Program Jangka Panjang cegah Tawuran

Kawasan Underpass Manggarai memang beberapa kali menjadi titik tawuran. Upaya preventif seperti pendirian pos pemantauan, pendekatan tokoh pemuda, hingga kegiatan sosial dan keagamaan telah digelar sebelumnya, namun kepolisian menilai perlu adanya strategi baru yang lebih terukur dan kolaboratif.

Selain pengamanan, warga setempat berharap ada program jangka panjang berbasis pemberdayaan pemuda dan penataan ruang publik, termasuk penambahan kamera pengawas, peningkatan penerangan, serta ruang aktivitas positif bagi remaja agar konflik sosial bisa dicegah dari akar masalahnya.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya