Jembatan Gantung di Mamuju Roboh Saat Diperbaiki, 11 Warga Terluka
GeNews.co.id – Jembatan gantung yang menjadi akses utama antara Desa Karama dan Desa Sandapang di Kecamatan Kalumpang. Kejadian tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Jembatan itu runtuh saat tengah diperbaiki secara swadaya oleh warga pada Jumat (2/1/2026) siang. Sebanyak 11 orang menjadi korban luka akibat terjatuh dari struktur jembatan yang ambrol secara mendadak.
Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa 10 korban mengalami cedera ringan. Sementara itu 1 orang lainnya mengalami luka yang lebih serius dan masih dalam penanganan medis intensif. Pernyataan itu disampaikan Kasi Humas Polresta Mamuju, Herman Basir, usai menerima laporan kejadian dari lapangan.
Tali Penopang Putus, Warga Terjatuh Bersama Material

Insiden terjadi sekitar pukul 11.20 WITA. Menurut kesaksian warga, jembatan ambruk setelah tali sling yang berfungsi sebagai penopang utama terputus. Warga yang berada di atas jembatan saat perbaikan berlangsung langsung jatuh bersama material jembatan yang ikut terseret.
Salah satu pemuda Desa Karama, Rahmania, menuturkan bahwa perbaikan dilakukan dengan alat sederhana karena jembatan tersebut telah lama rusak dan belum tersentuh program perbaikan dari pemerintah. Kondisi medan yang sulit dan minimnya peralatan juga memperbesar resiko saat proses pembenahan berlangsung.
Jembatan ini selama bertahun-tahun menjadi jalur penting bagi mobilitas warga, termasuk untuk mengangkut hasil kebun, akses sekolah, hingga kebutuhan darurat antar desa. Setelah kejadian, aktivitas masyarakat di kedua desa sempat lumpuh sementara karena tidak ada jalur alternatif yang memadai untuk dilewati.
Polisi Dalami Kasus, Warga Desak Perbaikan Permanen

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dengan memeriksa saksi-saksi dan mendatangi korban yang sedang dirawat. Di sisi lain, warga mendesak agar pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten segera turun tangan, melakukan evaluasi struktur, dan menyiapkan langkah perbaikan permanen.
Tokoh pemuda desa juga meminta adanya tindakan cepat berupa pemasangan jembatan darurat agar mobilitas warga tidak terhenti terlalu lama. Mereka menilai, keberadaan infrastruktur ini tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan keberlangsungan ekonomi warga yang bergantung pada jalur tersebut.


