Pipa Gas PT TGI Meledak di Riau, 5 Warga Alami Luka Bakar
GeNews.co.id -Ledakan mengerikan terjadi pada pipa gas bawah tanah milik PT Trans Gas Indonesia (TGI). Kejadian ini terjadi di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (2/1/2026) sore. Insiden tersebut memicu semburan api ke udara dan kobaran besar yang membuat warga sekitar berhamburan menyelamatkan diri.
Data dari BPBD Indragiri Hilir menyebut lima warga mengalami luka bakar akibat kejadian itu. Kepala Pelaksana BPBD setempat, R Arliansyah, menjelaskan bahwa para korban segera dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat pada malam yang sama.
Tim Gabungan Padamkan Api, Situasi Kembali Terkendali

“Jumlah korban yang terkonfirmasi sampai saat ini ada lima orang, dan kondisinya sampai saat ini relatif stabil. Lukanya tidak masuk kategori parah,” ujar Arliansyah dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa situasi di area kejadian telah kembali terkendali setelah api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
BPBD kini masih melakukan pendataan dampak di lapangan. Terutama terkait kondisi rumah dan jumlah warga yang terdampak langsung maupun tidak langsung. Hasil pendataan itu nantinya akan menjadi dasar koordinasi dengan pihak manajemen PT TGI, khususnya menyangkut bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada masyarakat.
Sementara itu, Polda Riau turut mengkonfirmasi penyebab awal kejadian. Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, menyampaikan bahwa ledakan dipicu oleh kebocoran pada pipa gas tanam yang kemudian memicu tekanan hingga terjadi ledakan.
Mobilitas Jalur Lintas Timur Sumatera Terganggu Sementara

Menurut penjelasan kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB, ketika suara ledakan terdengar cukup keras di pemukiman warga. Tak lama berselang, api tampak menyembur tinggi dari titik pipa yang tertanam di dalam tanah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat mengganggu mobilitas di jalur utama Lintas Timur Sumatera karena warga dan pengguna jalan berhenti akibat kepanikan di sekitar lokasi.


