Dana Rp1,51 Triliun Terancam Hangus: Menkeu Desak BNPB & Satgas Jembatan Gerak Cepat!

Genews.co.id Bayang-bayang bencana masih menyelimuti Sumatera, terutama daerah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir bandang dan longsor akhir November lalu merenggut 1.154 nyawa dan masih menyisakan 165 orang hilang. Ribuan orang kehilangan rumah dan pekerjaan, jembatan putus, dan akses terhambat.

Usai menghadiri Seremonial pembukaan Perdagangan BEI 2026 di Jakarta, Jumat siang, Purbaya mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Saya hanya mengimbau sedikit ke BNPB dan juga ke pihak-pihak yang menangani bencana. Kalau perlu dana, cepat ajukan, kami dananya sudah siap,” tegas Pak Purbaya. Jumat 2 januari 2026. Sumber: viva.co.id.

Sisa Rp1,51 Triliun Jangan Sampai Hangus

Sisa dana siap pakai senilai Rp1,51 triliun masih mengendap hingga akhir 2025. “Uangnya ada, tinggal dipercepat. Jangan sampai tahun depan anggarannya beda lagi. Jadi saya nggak mau uang ini hangus tahun ini, tahun depan jadi pengurang,” lanjut Purbaya. Bencana kelaparan dan kehausan di pelosok Sumatera tidak bisa menunggu birokrasi panjang.

Tak henti di BNPB, Purbaya juga membuka pintu lebar untuk Satuan Tugas Darurat jembatan yang dipimpin Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Satgas ini lahir dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang dikhususkan untuk membangun jembatan darurat di daerah terisolasi akibat bencana.

Tantangan Besar: Rp 51 Triliun untuk Pemulihan 2026

Dari laporan KSAD mengungkap kenyataan pahit, selama ini pembangunan jembatan Sumatera dilakukan swadaya TNI, bahkan sampai berhutang. “Tidak masalah kalau satgas ajukan pencairan hingga 1 triliun dari sisa BNPB, yang penting cepat,” ucap Menkeu. Hal ini menambah angin segar bagi prajurit yang sudah berjuang di lumpur dan air bah.

Pemerintah juga sudah menggelontorkan Rp268 miliar dana darurat untuk 52 kabupaten/kota terdampak. Akan tetapi, estimasi pemulihan infrastruktur Sumatera 2026 mencapai Rp 51 triliun. Dengan sisa dana tahun ini yang nyaris hangus, tekanan semakin berat. purbaya juga menekankan urgensi yang dimana masyarakat yang terkena dampak bencana itu tidak bisa menunggu terlalu lama. Di tengah musim yang masih mengintai, korban butuh jalan, rumah, dan harapan.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya