Israel Percepat Persiapan Perang Saat Iran Bergolak
Genews.co.id—Pasukan militer Israel membuat persiapan lebih cepat untuk potensi konflik multi-front saat protes nasional memasuki hari kelima pada hari Kamis. Dengan demonstrasi menyebar di seluruh kota-kota Iran di tengah krisis ekonomi yang semakin dalam. Yang juga telah mendorong mata uang nasional ke level paling rendah sepanjang sejarah.
Percepatan persiapan perang ini sebagai bagian dari rencana militer multi-tahun yang berlangsung hingga tahun 2030. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan konflik yang melibatkan Iran, Lebanon, dan Tepi Barat.
Dilansir dari Channel 12 News Israel, Seorang pejabat senior Israel menggambarkan protes Iran sebagai “peristiwa dramatis,”. Walaupun Yerusalem menolak memberikan komentar publik dikarenakan kekhawatiran jika membuat pernyataan apapun dapat memicu Teheran melakukan serangan terhadap Israel sebagai pengalihan dari kekacauan domestik.
Penyebaran Demonstrasi

Aksi protes ini dilakukan pada hari Minggu tanggal 28 Desember 2025. Setelah rial Iran anjlok hingga 1,4 juta terhadap dolar AS. Hal ini merupakan rekor terendah dengan inflasi melonjak di atas 40 persen. Para demonstran yang ikut berdemo dimulai dari para pedagang pasar Tehran.
Para pendemo tersebut kini telah menyebar ke kota-kota besar. Kota-kota besar seperti Isfahan, Shiraz, Kermanshah, dan juga Yazd. Para pengunjuk rasa meneriakkan “Bukan Gaza atau Lebanon, nyawaku untuk Iran.” Pihak berwenang Iran telah mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa seorang anggota paramiliter Basij telah tewas selama bentrokan di Kuhdasht, provinsi Lorestan.
Korban tersebut bernama Amir-Hosam Khodayari Fard, berusia 21 tahun, dan tewas. Dan ada 13 anggota pasukan keamanan lainnya mengalami luka. Berbagai sumber melaporkan setidaknya ada tiga hingga enam pengunjuk rasa yang juga telah tewas dikarenakan pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan amunisi tajam.
Simpati Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelaskan kemungkinan aksi militer yang diperbaharui terhadap Iran selama pertemuannya dengan Presiden Donald Trump minggu ini di Florida. Enam bulan setelah perang 12 hari pada Juni 2025 yang menargetkan fasilitas nuklir Iran dan kemampuan rudal.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa diskusi tersebut mencakup “kemungkinan menyerang Iran lagi pada 2026.” Walaupun tidak ada garis waktu atau kriteria spesifik yang disepakati. Netanyahu juga mengatakan kepada Newsmax bahwa para pemimpin Iran lah yang telah “merampok masa depan rakyat mereka,” dan perubahan apapun akan “datang dari dalam.” “terhadap rakyat Iran, dan kami memahami apa yang mereka alami, dan kami juga bersimpati kepada mereka.”


