Napi Lapas Mojokerto Kendalikan Penyelundupan Sabu Lewat Istri

GeNews.co.id – Seorang perempuan berinisial R ditangkap setelah mencoba menyelundupkan narkoba untuk suaminya yang sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Mojokerto. Warga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto itu berupaya memasukkan sabu saat kunjungan keluarga pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

R datang ke lapas bersama anaknya yang masih balita dan sang ibu untuk menemui suaminya. S, yang sebelumnya divonis 8 tahun penjara dalam perkara narkotika. Ia membawa bekal makanan berupa nasi, minuman, serta cmilan untuk keperluan besuk. Pemeriksaan awal terhadap barang bawaan dilakukan petugas sesuai prosedur standar, dan tidak ditemukan hal berbahaya pada tahap tersebut.

Pengungkapan Berbasis Intelijen Lapas

Namun, aparat lapas telah lebih dulu mengantongi laporan intelijen terkait potensi penyelundupan oleh pasangan tersebut. Tim pengamanan kemudian meningkatkan pengawasan di area ruang kunjungan. Sikap dan bahasa tubuh R dan S selama pertemuan dianggap tidak wajar. Sehingga usai kunjungan, petugas memutuskan melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum S kembali ke blok hunian.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 9,44 gram sabu yang disembunyikan di lipatan kain yang dikenakan S. Barang haram itu dikemas dalam dua kantong plastik kecil dan dilapisi perekat hitam. Untuk mengelabui pemeriksaan, narkoba tersebut juga ditempatkan di wadah tambahan. Petugas memastikan R menyimpan barang itu dengan cara yang tidak lazim, sehingga sempat luput dari pemeriksaan visual awal.

Pelaku S di tempatkan di Ruang Isolasi

Setelah barang bukti diamankan, R dan S langsung dibawa ke ruang pemeriksaan internal lapas. Keduanya kemudian diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Mojokerto Kota untuk proses hukum lebih lanjut. Dugaan awal menyebut sabu itu akan dipakai sendiri sekaligus dipasarkan di lingkungan lapas.

Saat ini, S ditempatkan di ruang isolasi khusus untuk pendalaman kasus. Sementara R dititipkan sementara di lapas yang sama sambil menunggu proses lanjutan dari kepolisian. Pihak lapas menegaskan bahwa pengungkapan ini menjadi bukti sistem pengawasan berlapis yang efektif dalam memutus peredaran narkoba, bahkan ketika melibatkan orang dekat narapidana.

Penguatan Pengawasan Kunjungan Keluarga

Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan ke lapas yang dikendalikan dari dalam jeruji. Rudi menekankan, pihaknya akan memperketat sistem kunjungan keluarga dan terus berkoordinasi dengan kepolisian guna mencegah kejadian serupa. Selain itu, evaluasi internal akan dilakukan terhadap pola kunjungan berisiko tinggi, termasuk penguatan pemeriksaan berbasis teknologi dan profiling pengunjung di masa mendatang.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya