Status Siaga Ditingkatkan, Jadwal Ribuan Penerbangan di Taiwan Mengalami Perubahan

GeNews.co.id – Ketegangan di kawasan Asia Timur kembali meningkat, memicu kewaspadaan tinggi di Taiwan. Gangguan terhadap aktivitas sipil mulai terlihat di Bandara Taipei Songshan pada Selasa (30/12/2025). Ketika sejumlah jadwal penerbangan mengalami penyesuaian, termasuk pembatalan dan pengalihan rute. Situasi ini terjadi di tengah operasi latihan militer besar yang digelar China diklaim sebagai manuver udara dan laut terluas sejak 2022.

Menurut pernyataan otoritas Taiwan, lebih dari 100 ribu penumpang rute internasional berpotensi merasakan dampak langsung dari dinamika tersebut. Layanan penerbangan dalam negeri juga terdampak, dengan puluhan jadwal domestik dihentikan sementara demi alasan keamanan dan pengaturan ulang ruang udara. Di sisi lain, hampir 80 rute penerbangan antarwilayah di dalam Taiwan turut mengalami penjadwalan ulang, terutama pada sektor jarak pendek.

Lima Zona Strategis Tempat latihan Militer

Latihan militer China diumumkan sejak Senin (29/12/2025), mencakup lima zona strategis di sekeliling pulau Taiwan. Aktivitas itu melibatkan simulasi operasional, pengerahan armada udara, hingga sesi tembak langsung di beberapa titik pada Selasa pagi. Taiwan merespons dengan menaikkan status kesiapsiagaan militer, termasuk menyiapkan protokol mobilisasi cepat untuk mengantisipasi segala kemungkinan perubahan situasi di lapangan.

Pergerakan alutsista Taiwan juga tampak meningkat. Sejumlah jet Mirage 2000 dilaporkan bersiap menjalankan misi pengamanan dari Pangkalan Udara Hsinchu. Pemerintah Taiwan turut memperlihatkan kemampuan sistem pertahanan jarak jauh, termasuk perangkat roket bergerak yang memiliki jangkauan hingga ratusan kilometer, salah satunya mampu menjangkau area pesisir daratan China bagian selatan.

Beberapa waktu terakhir, eskalasi hubungan Beijing–Taipei makin sensitif, terutama setelah adanya keputusan pembelian perangkat pertahanan baru Taiwan yang nilainya mencapai miliaran dolar AS. China menilai Taiwan sebagai bagian dari teritorialnya, sedangkan Taiwan menegaskan diri sebagai entitas independen dengan sistem administrasi dan kepemimpinan sendiri.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Di tengah kondisi ini, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan waspada terhadap informasi yang beredar. Pemerintah desa, otoritas bandara, serta lembaga mitigasi bencana setempat terus memperbarui data lapangan dan menyiapkan langkah bantuan jika sewaktu-waktu diperlukan. Situasi ini menjadi pengingat bahwa efek geopolitik tidak hanya dirasakan oleh sektor pertahanan, tetapi juga kehidupan sehari-hari, terutama mobilitas publik, logistik udara, dan rasa aman masyarakat.

Pemerintah pusat Taiwan menekankan koordinasi lintas lembaga agar penanganan tetap terukur. Di saat yang sama, komunitas internasional terus menyoroti perkembangan ini, mengingat stabilitas Taiwan berperan penting dalam jalur perdagangan, penerbangan Asia–Pasifik, serta rantai pasok teknologi global, khususnya industri semikonduktor yang menjadi salah satu penggerak ekonomi kawasan.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya