BoS Goyang Pasar Saham: Akuisisi 14% Bank Capital Picu Lonjakan Harga Gila-Gilaan
Genews.co.id -Bank of Singapore (BoS) baru saja membuat gebrakan besar di pasar modal Indonesia. Anak usaha OCBC ini mengakuisisi 14 persen saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) melalui skema repo, langsung memicu saham BACA melambung hingga 27,27 persen pada perdagangan Senin ini (29/12/2025). Lonjakan ini bukan sekadar angka di papan pantau, tapi sinyal kuat masuknya investor global ke perbankan lokal.
Transaksi ini diumumkan melalui keterbukaan informasi ke OJK. BoS membeli 2,8 miliar saham BACA senilai Rp 470,4 miliar dengan harga Rp 168 per saham, jauh di bawah harga pasar saat ini. Dilakukan pada 19 Desember 2025, kesepakatan ini membuat saham BACA dibuka di Rp232, menyentuh puncak Rp252, dan bertahan di Rp 238 per saham hingga pukul 13.21 WIB.
Kapitalisasi pasar BACA pun langsung tembus Rp 4,70 triliun, dengan price to earnings ratio mencapai 51,9 kali. Ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari BoS terhadap prospek bank swasta yang sedang berkembang pesat ini.
Skema Repo dan Perubahan Struktur Kepemilikan

Prosesnya yang memakai skema repurchase agreement (repo) secara tidak langsung lewat GIA Ventures Pte Ltd, dan dikategorikan sebagai married trade bukan lewat bursa reguler. BoS juga menegaskan, kepemilikan 14,03 persen ini tidak membuat mereka menjadi pengendali, dan tak ada rencana takeover.
Dampaknya langsung terasa di pemegang saham utama. Capital Global Investama melepas porsi yang sama, sehingga andilannya turun dari 63,69 persen jadi 50,66 persen. Meski begitu, mereka tetap pegang kendali penuh dan berjanji mempertahankannya.
Profil Kuat Bank of Singapore sebagai Pemain Global

BoS adalah cabang private banking dari Oversea Chinese Banking Corporation (OCBC), raksasa perbankan kedua terbesar di Asia Tenggara berdasarkan aset. Berbasis di Singapura, mereka spesialis melayani high-net-worth individuals dan keluarga kaya di Asia Tenggara, Tiongkok Raya, serta pasar global.
Selain itu, BoS juga masih memegang efek ekuitas belum terealisasi sebanyak 19,95 miliar saham BACA. Ini akan membuka pintu lebar untuk menambah kepemilikan di masa depan, dan daftar investor asing yang bertambah karena yang melirik sektor banking Indonesia.
Implikasi Jangka Panjang bagi Pasar dan Bank Capital

Langkah yang diambil BoS ini bukan kejadian biasa. Ia memperkuat tren investor global masuk ke perbankan domestik, dan juga sekaligus beri suntikan kepercayaan bagi BACA yang sedang ekspansi. Bagi investor ritel, ini peluang tapi juga peringatan untuk memantau perubahan struktur kepemilikan yang bisa picu volatilitas. Dengan secara keseluruhan, akuisisi ini jadi katalisator positif di tengah pasar yang fluktuatif. Apakah ini awal dari gelombang investasi asing baru?


