Satu Bulan Pascabanjir Bandang Sumatra: Bantuan Pertamina dan Pemerintah Tak Pernah Padam

Genews.co.id -Sudah lebih dari sebulan telah berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor mengerikan melanda Sumatra pada akhir November 2025. Bencana yang dipicu curah hujan ekstrim akibat Siklon Tropis Senyar ini menerpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November.

Hingga akhir pekan lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat angka tragis: 1.140 jiwa meninggal dunia. Lebih dari 163 orang masih hilang, serta 399.172 warga terpaksa mengungsi. Di tengah puing-puing dan isolasi wilayah terpencil, Pertamina dan pemerintah terus menggelontorkan bantuan tanpa henti, membangun harapan bagi ribuan korban.

Pertamina Jangkau Puluhan Ribu Jiwa dengan Logistik Cepat Tanggap

PT Pertamina (Persero) tak tinggal diam sejak hari pertama bencana. Vice President Corporate Communication Muhammad Baron menyatakan, perusahaan telah menyalurkan bantuan kemanusiaan yang menjangkau 86.289 jiwa di tiga provinsi terdampak. “Selama lebih dari 30 hari belakang ini, Pertamina selalu hadir di tengah masyarakat. Mulai dari dapur umum hingga posko pengungsian,” ujar Baron pada Senin (29/12).

Upaya ini melibatkan 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ditambah juga dengan enam posko gabungan Pertamina Peduli. Sebanyak 382 relawan diterjunkan dalam empat gelombang, sementara 72 tenaga medis merawat 1.312 pasien. Fokus utama tertuju pada dukungan energi yaitu 253 kilo liter avtur. 103,2 kilo liter Pertamax dan Dexlite, serta 1.471 tabung Bright Gas untuk logistik dan memasak. Tak ketinggalan, 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya dibangun, plus 24 perangkat Starlink untuk komunikasi darurat.

Terkhusus untuk di Aceh Tamiang, Pertamina mendistribusikan 1.452.500 liter air bersih. Pendistribusian ini lewat 191 mobil tangki, dan memperbaiki lima fasilitas sanitasi, mereaktivasi 12 sumur, serta membangun tiga sumur bor baru. Di Lhokseumawe, air bersih tersedia di 100 titik. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan BUMN dalam meringankan beban masyarakat.

Pemerintah Gelontorkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih Setiap Hari

Sementara itu, pemerintah pusat tak kalah gesit dalam menangani krisis air minum. Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Kerja Kementerian Pekerjaan Umum, Oscar Siagian, mengungkapkan bahwa infrastruktur darurat telah disiapkan di 22 kabupaten/kota. “Penyaluran air untuk masyarakat terdampak mencapai puluhan hingga ratusan ribu liter per hari. Dan langsung ke posko pengungsian,” katanya dalam konferensi pers pada Minggu (28/12).

Peralatan yang dikerahkan mencakup 243 hidran umum berkapasitas 2.000 liter. Dan enam hidran 1.000 liter, 42 toren 550 liter, 41 mobil tangki 4.000 liter, serta 17 instalasi pengolahan air mobile. Selain itu perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang rusak berjalan kencang—sudah lebih dari 50 persen yang kembali beroperasi.

Kerusakan infrastruktur yang cukup parah mencapai 73 SPAM di Aceh mengganggu 169 ribu pelanggan. Untuk 46 SPAM di Sumatera Utara memengaruhi 88 ribu sambungan, dan 60 SPAM di Sumatera Barat menyulitkan 285 ribu warga.

Meski tantangan akses dan cuaca masih ada, kolaborasi ini membuktikan solidaritas nasional yang kokoh. Di balik angka-angka itu, kisah ketangguhan masyarakat Sumatra terus menginspirasi. Pemulihan jangka panjang kini menjadi prioritas, dengan harapan wilayah ini segera bangkit sepenuhnya.

Anda Mungkin Telah Melewatkannya