Pemerintah Indonesia melalui TNI, PT Agrinas, dan koperasi besar membangun 80.000 gerai dan gudang Kopdes/KDKMP
Genews.co.id – Pemerintah Indonesia sedang membangun 80.000 gerai dan gudang koperasi desa/kelurahan merah putih (Kopdes/KDKMP) dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimulai dari TNI, koperasi nasional besar, hingga kontraktor lokal. KOPDES/KDKMP ini diperkirakan selesai pada Maret 2026 agar bisa beroperasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Ferry Julianto, Menteri Koperasi, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur ini adalah untuk membuat proyek lebih efisien dari segi biaya dan waktu. Dibandingkan dengan melalui tender yang harus dengan biaya tinggi. Dengan dukungan dari TNI, waktu pelaksanaan lebih cepat dan biayanya lebih terjangkau. Sumber; podcast Filonomics Kompas.com pada 14 November 2025.
TNI dan PT Agrinas Jalin Kerja Sama

Untuk mempercepat pembangunan 80.000 gerai ini, TNI dan PT Agrinas Pangan Nusantara menjalin kerja sama yang strategis demi pembangunan Kopdes/KDKMP. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Mabes TNI pada 10 Oktober 2025. Penandatanganan ini dilakukan oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Direktur PT. Agrinas Joao Angelo De Sousa.
PT Agrinas yang ditunjuk sebagai pelaksana utama, Ferry Julianto memberitahu bahwa proyek tersebut tidak akan dimonopoli oleh perusahaan milik negara. PT Agrinas akan bekerja sama dengan kontraktor lokal dan tetap melibatkan TNI dari tingkat Kodam, Korem, Kodim, hingga Babinsa yang akan terjun langsung di lapangan.
100 Koperasi Besar Akan Siap Menjadi “Mentor”

Konsep “Kakak Asuh” yang diterapkan pemerintah melalui LPDB adalah strategi pembinaan koperasi desa agar dapat beroperasi secara efektif dan mandiri. Sekitar 100 koperasi besar nasional dipilih menjadi pembina atau mentor bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) yang baru berdiri dan banyak pengurusnya yang belum berpengalaman. Dengan bimbingan dari koperasi besar ini, pengurus KDKMP dibantu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan tata kelola yang baik agar koperasi dapat berjalan dengan lancar.
Direktur Jenderal LPDB, Krisdianto menjelaskan bahwa instruksi Presiden kepada TNI untuk membantu percepatan verifikasi dan pembentukan Kopdes Merah Putih. Dengan target 20.000 koperasi terverifikasi hingga akhir Januari 2026. Hal ini merupakan gambaran betapa seriusnya pemerintah dalam melaksanakan program ini. Disebut sebagai “operasi militer” oleh pimpinan TNI bukan dalam konteks perang. Akan tetapi untuk menunjukkan tingkat keseriusan dan urgensi pelaksanaan program yang sangat strategis dan mendesak bagi perekonomian desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Hingga November 2025, sudah sekitar 10.800 unit fisik koperasi desa berupa gerai dan gudang sedang dalam tahap pembangunan. Sebagai bagian dari target 80.000 unit yang harus selesai pada Maret 2026. Target pembangunan bertingkat yang disebutkan Ferry Juliantono menyatakan bahwa 20.000 unit selesai pada November. 40.000-50.000 unit pada Desember, dan seluruhnya selesai pada Maret 2026.
Plafon pinjaman yang diberikan untuk setiap Kopdes sebesar Rp3 miliar terdiri dari Rp2,5 miliar dialokasikan untuk modal investasi. Modela investasi ini untuk pembangunan infrastruktur seperti gudang, gerai, fasilitas pendukung. Dan Rp500 juta untuk modal kerja seperti biaya operasional dan aktivitas bisnis koperasi sehari-hari.


