Bitcoin Terjun ke Bawah $100.000: Apa yang Terjadi?
Genews.co.id -Bitcoin baru-baru ini mengalami penurunan drastis yang membuat harganya jatuh di bawah level psikologis $100.000. Ini merupakan momen penting karena Bitcoin juga melewati batas harga rata-rata bergerak 365 hari. Sebuah indikator teknis yang selama ini dianggap sebagai tingkat dukungan utama dalam siklus pasar bullishnya. Penurunan ini memicu kekhawatiran sejumlah analis bahwa harga Bitcoin bisa saja terus menurun lebih dalam dalam beberapa bulan ke depan.
Tingkat Dukungan Kritis Mulai Runtuh

Dengan kata lain, kegagalan Bitcoin untuk naik di atas $102.000 dapat membuka pintu bagi penurunan harga yang cukup signifikan dan memperpanjang fase koreksi pasar. Sebaliknya, jika level ini bisa dipertahankan atau ditembus kembali, harga Bitcoin akan stabil dan naik kembali.
Menurut analisis terbaru, kegagalan Bitcoin untuk segera kembali ke kisaran atas harga $102.000 dapat memicu koreksi yang lebih luas. Beberapa penilaian model bahkan memperingatkan kemungkinan turunnya harga mendekati $72.000 hingga $56.000, yang merupakan level rata-rata bergerak selama 48 bulan. Kondisi ini menggambarkan teknik domino yang mulai turun satu demi satu, menandakan potensi tekanan jual yang semakin meningkat.
Permintaan Institusional yang Menyusut

Selain dari sisi teknis, penurunan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh melemahnya permintaan investor institusional. Data menunjukkan bahwa dana ETF spot Bitcoin mengeluarkan modal besar-besaran. Dengan total keluaran mencapai hampir $3 miliar dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menandakan bahwa para investor besar mulai mengambil keuntungan atau mengurangi eksposur mereka terhadap aset digital ini. Berbeda dengan fase bull market sebelumnya, kini permintaan pasar tidak mampu menyerap pasokan yang dijual oleh pemegang Bitcoin dalam jangka panjang.
Glassnode melihat bahwa saat ini Bitcoin sedang mengalami fase koreksi yang moderat di tengah siklus pasar, bukan keruntuhan besar. Hal ini terlihat dari fakta bahwa sekitar 71% total Bitcoin yang ada masih dalam posisi untung (profit), artinya sebagian besar pemilik Bitcoin masih mendapat keuntungan dari harga beli mereka dibandingkan harga pasar saat ini. Selain itu, kerugian relatif belum besar, hanya sekitar 3,1%, jauh dari ambang 5% yang biasanya menandai penurunan berat.
Cathie Wood dari ARK Invest menambahkan bahwa meskipun dia menurunkan target harga dalam jangka panjang, dia masih optimis Bitcoin akan tumbuh dalam jangka panjang. Pergeseran pangsa pasar ke stablecoin di beberapa wilayah membuatnya menyesuaikan target, namun ini tidak menghilangkan harapan terhadap potensi Bitcoin sebagai aset utama digital di masa depan.


